CORPUS CRISTI, 9 Februari 2009
Mom dan Dan
melarangku kepantai, ‘tunggu lukamu kering Nesh!’ kata mereka selalu saja
seperti itu. Anehnya luka cakaran ini tak juga kering, padahal sudah tiga hari
sejak kejadian aneh itu.
Sore telah
datang, langit senja yang merah mulai mengintip malu – malu, dahan terlihat
hitam dari kejauhan. Pantai merayuku untuk mendekat, pantainya cantik sekali,
aku tak pernah merasakan keinginan yang lebih dari ini, aku melangkah keluar
pintu, mumpung Mom dan Dad juga tidak ada dirumah.
Lagi – lagi
tatapanku tersita pada pemandangan luar, sungguh menakjubkan, aku memutuskan
untuk berjalan kepantai. Lautnya sangat tenang, tak ada ombak, tak ada buih,
lautnya seperti mati, tapi ini menenangkan, langit dengan cepat berubah menjadi
ungu tak lagi sunset. Hawa dingin makin merasuk sampai tulang, aku merasakan
perutku perih seperti ada logam yang menggerus lambungku, aku baru sadar sejak
tadi pagi tak ada makanan yang masuk keperutku. Pasti gastritisku kambuh lagi.