Assalamualaikuum

Welcome! Selamat Datang! Sugeng Rawuh!

disini aku bercerita, bercita dan bercinta bersama kata.

tak ada yang perlu kusembunyikan dan kututupi dari dunia, aku percaya saat aku bercerita hal besar padanya, dunia akan menceritakan hal dahsyat padaku.

cita citaku sepenuhnya ada padanya, kata. aku percaya melebihi apapun, kami akan selalu bersama.

aku tak percaya cinta pada pandangan pertama, tapi aku percaya cinta pada kenyamanan pertama. tak ada yang lebih membuatku nyaman kecuali kata.

Tampilkan postingan dengan label Parenting?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting?. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

Happy Anniversary

HAPPY 26th ANNIVERSARY 
Ayah & Bunda tercinta :*



tetaplah selalu harmonis, romantis dan berbahagia :)

kedua putrimu bukan apa apa tanpa semuanya, terimakasih :) 

mbak Ony & Dek Nika

Minggu, 27 November 2011

Selembar Kertas

Ini adalah kumpulan kata yang hanya bisa kutelan tanpa bisa ku ucapkan.
Sungguh tragis. 
saat kata kata ini berada ditenggorokan, mereka akan terhenti dan air mataku yang mewakili. 
Karena aku tidak suka menangis..kutulis menjadi sepucuk surat, yang tak akan mampu kukirimkan sampai batas waktu yang tidak aku mengerti. 


Assalamualaikum Wr. Wb

Bapak, Ibuk.. Apa kabar? Semoga Allah menjaga Bapak dan Ibuk dari segala hal buruk. Aku sangat merindukan rumah, aku ingin pulang dan merasakan amosfer keluarga kita, memang tidak selalu tertawa, namun aku damai dan bahagia disana.

Kamis, 03 November 2011

kita memiliki 1000 teori untuk menjadi orang tua saat menjadi anak.
tapi kita hanya memiliki 1 teori untuk anak kita kelak
"MEMBERIKAN YANG TERBAIK SEMAMPU KITA"

Selasa, 18 Oktober 2011

Belajar menjadi orang tua saat menjadi anak

Pasti terasa aneh jika tulisan ini ditulis oleh gadis berumur 17 tahun. Hehe, tapi inilah tulisan saya. Silahkan baca, semoga berguna. 

            “lihat itu bikin aku takut buat jadi ibu”. Kata kata itulah yang menjadi ide kreatif tulisan ini.

            Tidak ada manusia yang sempurna, begitupun para orang tua..,

  •  Yang pertama, jangan sebut kejahatan pernikahan yang dilakukan suami/istri anda, sejahat apapun dia dan sesakit apapun perasaan anda. Jangan coba coba curhat pada anak anda. Karena itu akan menanamkan kebencian anak anda kepada ayah/ibunya. Bahkan setelah anda memaafkannya, bisa saja anak anda masih meninggalkan perasaan dendam dan sekit hati.
  •  Jangan pernah me-judge anak anda bodoh, walaupun dia sudah berkali kali gagal (bukan kah ebih baik mencoba lalu gagal dari pada gagal mencoba?) Itu akan mempengaruhi pikiran anak anda, dia akan menganggap dirinya bodoh dan tidak akan mampu selamanya. Sebaiknya tetaplah menyemangatinya, jika anda letih.. bukankah anak anda lebih letih?
  •  Sangat tidak dianjurkan membanding bandingkan anak anda dengan siapapun. Apalagi saudara kandungnya, karena itu akan terasa sangat menyakitkan. Salah satu dari mereka akan merasa sangat tidak berguna, untuk beberapa anak mungkin dapat menjadi cambuk dan lebih giat dalam melakukan suatu hal. Tapi, bagi kebanyakan anak, hal itu membunuh semangatnya.
  • Menurut beberapa referensi, lakukan hipnotheraty. Caranya, saat dia mulai lier lier untuk tidur,  ucapkan kata kata motovasi didekatnya. Hindari kata kata negatif, seperti kata : jangan, tidak, bukan dll. Langsung saja ucapkan harapan anda contohnya ‘Budi anak baik, budi anak sehat’. Jangan ‘Budi tidak nakal, tidak sakit’. Kenapa begitu? Karena pikiran manusia tidak menerima sesuatu yang negatif. Contohnya saya mengucapkan “Jangan bayangkan gajah”. Menurut anda, apa yang akan orang bayangkan, gajah bukan?! Tidak mungkin tikus :D.
  • Nyanyikan lagu yang mendamaikan hatinya sebelum dia tidur, seperti sholawat nabi. Jangan nyanyikan lagu yang bersifat khayal, contohnya ambilkan bulan buu, ambilkan bulan buu. Apa anda tidak bingung jika suatu saat anak anda rewel minta bulan??
  • Lakukan, baru ajarkan. Anda menyuruh anak anda mandi, sedangkan anda dengan santainya masih kepet dan menonton TV, apa menurut anda anak akan menurut? Tidak. Seperti saat saya masih SD, saya ingat sekali. Ibu memarahi saya panjang lebar karena saya sulit bangun pagi. Sejak pagi sampai sore, tidak ganti topik, akhirnya saat kami bersiap sholat maghrib saya bicara “Ibuk, buah jatuh tak jauh dari pohonnya” hehe
  • Jangan menampakan gurat kekecewaan yang terlalu jelas jika anda kecewa atas perlakuannya. Sungguh anak anda tidak ada maksud untuk mengecewakan anda. Itu membuatnya merasa bersalah, sangat merasa bersalah

2 Sept 2011