Assalamualaikuum

Welcome! Selamat Datang! Sugeng Rawuh!

disini aku bercerita, bercita dan bercinta bersama kata.

tak ada yang perlu kusembunyikan dan kututupi dari dunia, aku percaya saat aku bercerita hal besar padanya, dunia akan menceritakan hal dahsyat padaku.

cita citaku sepenuhnya ada padanya, kata. aku percaya melebihi apapun, kami akan selalu bersama.

aku tak percaya cinta pada pandangan pertama, tapi aku percaya cinta pada kenyamanan pertama. tak ada yang lebih membuatku nyaman kecuali kata.

Sabtu, 13 Februari 2016

life from dunkin donuts ambarketawang, online tethering-an pake hape.

dua puluh dua lewat dua menit
dan kita sabar duduk berdua
tanpa berbincang, tanpa berkata
satu saja tujuan kita
menjaga untuk tetap bersama.

Rabu, 06 Januari 2016

something



Teruntuk kamu, kenapa kuliahmu harus begitu panjang prosesnya? 
Kepada diri sendiri, kenapa kalau mau nikah harus punya gelar magister dulu??

Yuh! Frontal banget kan kalimat diatas itu. Okta pengen nikah? Well... IYA! Detik ini aku berpikiran iya, walau buntut dari sebuah pernikahan bakalan gak gampang dan tentu saja panjang. Ya mau gimana lagi, aku lelah dideketin om – om :/ entah dilihat dari sudut mana, tapi kok rasanya para om itu nglihat aku tuh rabi-able banget. wierd -_- 

Kamis, 24 Desember 2015

Curhat :)



Gak punya HP, gak ada temen di kos, TV nayangin acara yang sama, Dicho di Wates, jadilah dengan koneksi yang mendrap mendrip ini aku onlen. 

Dear Diary...
Beberapa hari terakhir rasanya berat, masalah menghantam bertubi - tubi. Kalau biasanya masalah dan solusi datang bergantian, yang aku dapetin akhir tahun ini malah masalah yang datengnya kaya hujan, rombongan! Lebih terasa berat saat ga ada teman bicara, secara aneh dan misterius aku jadi agak pendiam dan introvert. Serius aku kaget sama perubahan ini. 

Minggu, 01 November 2015

Mekanisme Jatuh Cinta (2)



Lanjutin postingan blog kemaren ya, tentang mekanisme jatuh cinta 1. Untuk kedua kalinya, diawal tulisan saya, saya ingin peringatkan temen- temen.. Tulisan ini bener – bener Cuma curhatan sata, jadi gak penting banget buat kalian semua baca. So stop it now atau nyesel udah baca tulisan gak penting saya. 

Saya penulis. Maka dari sana, saya mudah jatuh cinta lewat pesan atau chat. I dont know how could it be and where is the speciality. Saya sukaaaa baca chat paaaaaanjaaaang, whatever is it. Curhatan, puisi, pengakuan perasaan, pandangan, everything. Sejujurnya, saya dulu punya gebetan, dia nggak good looking good looking banget, pinter juga engga, karakternya agak blangsak, tapi... kami bisa deket banget karena dia rajin kirim pesan pendek. Berasa cewekmurahan banget deh kalo kaya gini, hahaha :D

Mekanisme Jatuh Cinta (1)



31 Oktober 2015, the last day of a lovely month :)

Lagi gabut (istilah teranyar untuk ‘kurang kerjaan’) nih di kos, yang lain pada malem mingguan ketika patjar saya lagi istirahat tjakep di asramanya di RS Wates. Sedikit info, gegara badai koass melanda, saya jadi jarang ketemu sama patjar tjakep saya itu (kemudian reader muntah semua). Nah, karena ke-gabutan ini, jadilah saya ngeblog aja. Ngomongin apa yaa??? 

Ah ada ide, tapi sebelumnya, saya berikan peringatan pada para readers. Kalau tulisan ini akan benar- benar nggak penting buat kalian, karena ini 100% tentang author. Judulnya, mekanisme jatuh cinta. 

Rabu, 14 Oktober 2015

Facial Bio Rejuvenation-Collagen di Larissa



Hai girls!! Ya… kali ini khusus banget bikin sapaan ber-gender karena postingan ini kemungkinan besar dibaca sama cewek. Hohoho… 

Judulnya facial bio rejuvenation-collagen. Actually, ini termasuk treatment baru di Larissa, jadi pas aku facial (11 Sept) belum ada di daftar treatment, aku tahu saat aku di CS. Entah pake jurus apa, setelah tanya – tanya sebentar aku iyain aja treatment ini, padahal biasanya kalau mau treatment apa – apa aku selalu googling lengkap beberapa hari sebelumnya. Pokoknya aku selektif banget dalam hal – hal kaya gini, secara…. Your body and your face are the investment of yours, a whole life investment. Camkan itu, hahaha! *apaan sih*. 

Remember the Scene



Diiringi instrumen manis tanpa vokal, aku masuk dalam potongan film hitam putih yang diputar perlahan. Film yang tanpa perlu publikasi menggunakan poster besar apalagi masuk layar lebar, tapi ketenarannya sudah membuatku kewalahan, namanya: masa lalu. Faktanya memang begitu, kedigdayaan masa lalu hanya membutuhkan beberapa detik untuk kembali merayapi ingatan kemudian menguasai pikiran, celakanya aku tak memiliki suplai tenaga untuk melawan.